Tugas 10 Sistem Informasi: Database Pegadaian Syariah

Pada tugas ke-10 mata kuliah sistem infromasi, kami diminta untuk mengusulkan sebuah database yang kemudian akan kami susun dengan menggunakan perangkat lunak Microsoft Access. Tugas ini merupakan tugas terakhir dalam mata kuliah ini.

Saya mengusulkan database dari Pegadaian Syariah. Pegadaian Syariah adalah lembaga pendanaan yang menggabungkan sistem gadai dan fidusia dengan konsep syariah. Terdapat 6 tabel database yang saya susun dalam membuat database ini yakni: database transaksi, database nasabah, database penaksir 1, database penaksir 2, database kasir dan database administrator. Melalui tugas ini, kami dapat terlatih untuk menyusun sebuah database yang lebih rumit lagi dan reliable.

Sekian.

Salam,

Santi Mariana

Tugas 9 Sistem Informasi: Database Penghuni Asrama

Data adalah sesuatu yang tidak terpisahkan dengan konsep Sistem Informasi. Untuk itu, penyimpanan dan pengarsipan data adalah kegiatan yang penting dalam sistem informasi. Pada mata kuliah sistem informasi, kami mempelajari bagaimana cara menerapkan menyusun, menyimpan dan memanfaatkan data dalam sebuah database dengan menggunakan perangkat lunak Microsoft Access. Dalam tugas ke-9 mata kuliah sistem informasi, kami ditugaskan untuk menyusun sebuah basis data penghuni asrama. Adapun fitur yang kami gunakan dalam tugas ini adalah “relationships” dan “query design”. Selain itu, kami juga diminta untuk menyusun 200 pertanyaan yang dapat dijawab oleh database yang kami buat.

Sekian ulasan mengenai tugas ke-9 mata kuliah Sistem Informasi. Semoga berguna 🙂

Salam,

Santi Mariana.

Tugas 8 Sistem Informasi: Ulasan Jurnal “Reengineering of Relational Databases to Object Oriented Database”

Ulasan literatur ini berasal dari jurnal “Reengineering of Relational Databases to Object Oriented Database”. Studi dalam jurnal ini dilatar belakangi oleh banyaknya sistem informasi yang menggunakan sistem basis data relasional untuk penanganan, penyimpanan, dan pengaksesan data-data yang sangat banyak secara efektif. Sebaliknya, pemrograman yang berorientasi obyek telah diterima secara luas dalam komunitas programmer sebagai lambang untuk mengembangkan aplikasi khas yang mudah dikembangkan dan ditingkatkan. Jurnal ini membahas mengenai pengembangan dari gabungan konsep antara skema relasional dan skema yang berorientasi objek tanpa persyaratan, untuk memanipulasi skema relasional yang ada dan menyediakan sebuah skenario untuk mentransfer data dari basis data relasional kepada basis data yang berorientasi objek. Tujuan dari studi dalam jurnal ini adalah memanipulasi skema relasional yang ada dan menyediakan sebuah skenario untuk mentransfer data dari basis data relasional kepada basis data yang berorientasi objek.

Dasar teori yang terangkum dalam jurnal ini adalah:

Pengertian RDBMS

Sistem manajemen basis data relasional (RDBMS) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan seluruh paket program dalam mengelola basis data relasional dan berkomunikasi dengan mesin basis data relasional (Ramanathan, C, 1994).

Pengertian OOP

Pemrograman berorientasi-objek (OOP) mendorong diciptakannya C++, ini merupakan hal yang penting untuk memahami prinsip-prinsip mendasar dari OOP. OOP adalah merupakan salah satu pendakatan terhadap pekerjaan pemograman. Metode dalam pemrograman telah berubah secara dramatis sejak penemuan komputer, terutama dalam hal peningkatan kompleksitas program.

Sekian.

Salam,

Santi Mariana

Tugas 7 Sistem Informasi: Proses Bisnis dalam Prosedur Kedatangan dan Kuliah Umum Profesor Luar Negeri

Pada tugas 7 mata kuliah sistem informasi, secara berkelompok, diminta untuk memodelkan berbagai prosedur. Kelompok saya mendapat tugas untuk Prosedur Kedatangan dan Kuliah Umum Profesor Luar Negeri dengan software Oracle BPM. Tidak hanya menggambarkan current business process, tetapi juga kami diminta untuk memperbaiki proses bisnis prosedur tersebut.

Berikut adalah link tugas yang yang saya buat bersama kelompok:

Link Tugas 7 Sistem Informasi_Current Process Model

Link Tugas 7 Sistem Informasi_After Imporvement Model

Pada model dari prosedur yang berlaku saat ini, total waktu yang dibutuhkan mulai dari penentuan profesor luar negeri hingga kepulangan profesor ke negara asalnya adalah 38 hari dengan standard deviasi 12 hari. Proses yang memakan waktu paling lama adalah memastikan sumber pendanaan untuk pengadaan kuliah umum. Hal ini dapat dimaklumi karena pada dasarnya pengajuan dana memang memakan waktu yang lama baik di tingkat departemen maupun fakultas. Proses lainnya yang memakan waktu lama adalah ketika kegiatan surat menyurat antara sekretariat departemen dan profesor luar negeri terkait akomodasi dan transportasi, dan penawaran bantuan pengurusan dokumen. Masing-masing proses memakan waktu 3 hari.

Setelah melihat prosedur kedatangan dan kuliah umum profesor luar negeri, maka kami melihat ada beberapa proses yang perlu diperbaiki setelah dilakukan simulasi dengan Oracle BPM. Menurut kami, ada beberapa proses yang seharusnya bisa dilaksanakan secara bersamaan, sehingga waktu pemrosesan yang dibutuhkan juga tidak terlalu lama. Selain itu, ada beberapa proses yang seharusnya bisa dikurangi waktunya. Berikut perbaikan yang kami usulkan untuk prosedur ini.

1. Kami menggabungkan kegiatan pembuatan surat undangan resmi dan juga kegiatan pengiriman surat undangan resmi.

2. Kami menggabungkan kegiatan persetujuan dengan institusi profesor luar negeri serta kegiatan pengutusan kerja profesor luar negeri.

3. Kami menggabungkan kegiatan menyiapkan penjemputan dan kegiatan menyiapkan pertemuan departemen dan profesor.

4. Keempat, kami melakukan pengurangan waktu untuk beberapa kegiatan, antara lain: kegiatan persiapan pertemuan departemen dan profesor dari 1 hari menjadi 3 jam; mempersingkat waktu pelaporan ke departemen sesaat setelah adanya persetujuan dari pihak profesor luar negeri dan koordinator mata kuliah; mempersingkat waktu pembuatan undangan resmi dari 3 hari menjadi 30 menit; mempersingkat waktu pengiriman surat undangan resmi menjadi 5 menit; mempersingkat waktu dalam mengkoordinasikan jadwal kuliah dan tempat dari 1 hari menjadi 6 jam; mempersingkat waktu dalam persetujuan dengan institusi Profesor luar negeri

Namun kami menambahkan standar deviasi 1 hari jika terjadi hambatan seperti perbedaan zona waktu. Sehingga, dari perbaikan yang kami buat, kami dapat mempersingkat prosedur yang ada dari 38 hari menjadi 30 hari dengan standar deviasi selama 10 hari.

Sekian.

Salam,

Santi Mariana

Tugas 6 Sistem Informasi: Terjemahan Chapter 7 ” Systems Development” dari Buku Management Information System

Dalam tugas ke-6 mata kuliah Sistem Informasi atau sering dikenal dengan Management Information System (MIS), kami diminta untuk menyusun sebuah terjemahan dari Buku Management Information Systems Edisi ke-10 karangan Mc Leod.

Dalam chapter ini, kita dapat melihat latar belakang, tujuan dan langkah-langkah Systems Development Life Cycle – SDLC dalam sebuah manajemen proyek. Dimana baik manajer maupun para pengembang sistem dapat menerapkan pendekatan sistem dalam memecahkan masalah. Pendekatan sistem terdiri atas tiga tahapan kerja: persiapan, definisi, dan solusi. Di dalam setiap tahapan terdapat urut-urutan langkah. Upaya peritapan terdiri atas melihat perusahaan sebagai suatu sistem, mengenal sistem lingkungan, dan mengidentifikasikan sub sistem – sub sistem perusahaan. Upaya definisi melanjutkan dari satu sistem ke tingkat Subsistem dan menganalisis bagian-bagian sistem dengan urut-urutan tertentu. Upaya solusi melibatkan pengidentifikasian solusi-solusi alternatif, mengevaluasinya, dan memilih solusi yang terbaik. Solusi ini kemudian diimplementasikan, dan ditindaklanjutkan untuk memastikan bahwa masalah telah terpecahkan. Ketika diterapkan pada masalah pengembangan sistem, pendekatan sistem ini disebut siklus hidup pengembangan sistem (Systems Development Life Cycle – SDLC). Pendekatan SDLC tradisional terdiri atas lima tahap yang terjadi satu demi satu dan secara merinci dijelaskan dalam chapter ini.

Berikut adalah link tugas terjemahan Chapter 7 yang saya susun untuk memenuhi tugas ini: Link Tugas 6 Sistem Informasi

Salam,

Santi Mariana

Tugas 5 Mata Kuliah Sistem Informasi

Pada mata kuliah sistem informasi, kami mempelajari bagaimana cara menerapkan konsep Business Process Management dengan menggunakan perangkat lunak BPM Oracle Studio. Dalam tugas ke-5 mata kuliah sistem informasi, kami ditugaskan untuk mensimulasikan proses-proses yang kami lakukan mulai dari bangun tidur hingga menghadiri kelas Sistem Informasi di Gedung K FTUI pukul 08.00 WIB.

Berikut adalah link untuk mengakses file yang saya buat untuk memenuhi tugas 5 ini:

Link Tugas 5 Sistem Informasi

Salam,

Santi Mariana

Tugas 4 Sistem Informasi: Ulasan Jurnal “Exploring The State of Business Processes Management in The Bulgarian Enterprises”

Ulasan litearatur ini berasal dari jurnal “Exploring The State of Business Processes Management in The Bulgarian Enterprises”. Studi dalam jurnal ini dilatar belakangi oleh kehadiran manajemen proses bisnis (BPM) yang telah menjadi topik bisnis yang hangat di Bulgaria sejak tahun 2005. Tujuan dari studi dalam jurnal ini adalah menggambarkan konsep terbaru BPM dan menampilkan sudut pandang BPM yang menarik perhatian para manajer Bulgaria.

Dasar teori yang saya rangkum dalam jurnal ini adalah sebagai berikut.

  • Banyak ahli menggunakan istilah manajemen proses bisnis untuk merujuk kepada process automation efforts.
  • Pada tingkat perusahaan, manajemen proses bisnis juga digunakan untuk merujuk kepada pengembangan dan pemeliharaan kerangka proses bisnis.
  • Dalam jurnal ini, makna BPM merujuk kepada bagaimana manajer bisnis mengatur dan mengontrol proses-proses.
  • Istilah perangkat lunak BPM (BPMS) digunakan untuk merujuk BPM dalam arti yang lebih khusus yakni kepada sistem yang otomatis.

Adapun BPM dapat meningkatkan hasil yang diperoleh dari proses yang telah ada secara konsisten. Laporan BPM ini meringkas informasi yang diperoleh dari 350 responden yang berpartisipasi dalam survei yang dilakukan dalam tiga tahun terakhir (2009-2011). Responden mewakili industri-industri lintas sektir di Bulgaria. Tujuan utama dari survei ini adalah menggambarkan konsep terbaru dalam BPM dan menampilkan sudut pandang BPM yang menarik perhatian para manajer Bulgaria. Hasilnya menunjukkan bahwa inisiasi-inisiasi yang ada mengenai proses bisnis sudah cukup baik. Hal ini menegaskan bahwa BPM tahan terhadap kemunduran pertumbuhan ekonomi. Di tahun-tahun yang potensial, perusahaan Bulgaria melakukan BPM untuk tumbuh, untuk memasuki pasar baru, dan untuk memproleh keunggulan kompetitif dengan melakukan inovasi. Di tahun yang kurang baik, perusahaan melakukan BPM, untuk menghemat biaya dan memperbaiki proses-proses yang telah dikembangkan selama periode menguntungkan.